Ini 4 Trik Jitu Membuat Anggaran Bulanan

Posted on

Tidak bisa memanage keuangan dengan baik sehingga anggaran bulanan anda membengkak atau selalu kekurangan. ini dia Trik jitu membuat anggaran bulanan bisa terpenuhi dengan baik dan benar. Anda tentunya mengerti betapa banyaknya uang yang Anda keluarkan untuk memenuhi kebutuhan rumah, kendaraan, dan juga dana pensiun. Tetapi bagaimana sebaiknya menganggarkan uang belanja bulanan supaya dana anggaran tersebut terbentuk secara ideal dan Anda tetap bisa menabung?

4 Trik Jitu Membuat Anggaran Bulanan

Di kutip dari suara.com Seorang ahli keuangan dari Harvard bernama Elizabeth Warren (dalam majalah TIME dinobatkan sebagai salah satu dari 100 orang yang berpengaruh di dunia), dan putrinya, Amelia Warren Tyagi, mengusulkan rumus 50/30/20 dalam buku yang mereka tulis bersama, All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan.

Rumus 50/30/20 tersebut akan kami uraikan dalam empat tahap sebagai berikut:

1. Hitung Penghasilan Bersih Anda

Perlu dicatat bahwa penghasilan di sini adalah penghasilan bersih Anda yang telah dikurangi dari pajak-pajak yang wajib Anda bayar, seperti pajak negara, pajak daerah, dan lain sebagainya.

Apabila Anda adalah seorang karyawan yang memiliki penghasilan tetap setiap bulannya, maka akan mudah bagi Anda untuk menghitung penghasilan bersih Anda. Lain halnya jika Anda adalah seorang wirausahawan, banyak yang menjadi perhitungan Anda seperti pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang meliputi banyak hal.

2. Tahap Kedua: Batasi Kebutuhan Anda Hingga 50 Persen

Pertimbangkan kembali anggaran bulanan Anda. Catat seberapa banyak Anda membutuhkan uang untuk memenuhi “kebutuhan” seperti bahan makanan, keperluan rumah, asuransi kesehatan, dan juga asuransi kendaraan pribadi Anda. Jumlah uang yang akan Anda gunakan untuk “kebutuhan” ini seharusnya tidak lebih dari 50 persen dari total penghasilan bersih Anda. baca juga peluang usaha rumahan

Bagaimana membedakan kebutuhan dan keinginan? Itu adalah pertanyaan besarnya. Segala hal yang hanya memberikan dampak kecil ketika tidak Anda penuhi, seperti TV kabel atau pendingin ruangan, adalah keinginan. Kemudian, segala hal yang memberikan dampak terhadap kualitas hidup Anda ketika tidak Anda penuhi, seperti tagihan listrik dan resep obat, adalah kebutuhan.

3. Batasi Keinginan Anda Hingga 30 Persen

Di sisi lain, tahap ketiga ini merupakan tahap yang cukup menyenangkan. 30 persen dari penghasilan bersih bulanan Anda dapat Anda gunakan untuk memenuhi keinginan Anda? Pasti yang terlintas di pikran Anda adalah sepatu baru, liburan ke Bali, perawatan badan, dan steak impor.

Tapi tunggu dulu, jangan terburu-buru. Perlu diingat bagaimana pentingnya memahami definisi dari “keinginan”. Dengan kata lain, “keinginan” Anda seperti untuk membayar tagihan telepon atau pulsa handphone Anda, tagihan koran, tagihan internet, dan hal-hal semacam itu harus Anda dahulukan.

Kadangkala, Anda juga bisa merubah hal-hal yang tadinya adalah “keinginan” menjadi “kebutuhan”. Seperti misalnya, nasi adalah kebutuhan, sedangkan kentang adalah keinginan. Ya, meskipun keduanya termasuk ke dalam golongan bahan makanan, tetapi hal tersebut bisa saja berubah karena Anda memiliki kebebasan untuk bertindak. Dengan kebiasaan seperti itu, tanpa disadari Anda akan menghabiskan uang lebih banyak untuk memenuhi “keinginan” Anda.

4. Gunakan 20 Persen Terakhir Untuk Menabung dan Membayar Hutang

Gunakanlah setidaknya 20 persen dari penghasilan bersih Anda untuk membayar hutang-hutang dan juga menabung untuk keperluan yang sifatnya mendadak atau darurat. Kenapa dana darurat itu penting? Karena dana darurat memiliki banyak sekali fungsi seperti ketika Anda mendapat musibah kecelakaan atau sakit, barang atau aset rusak, kehilangan pekerjaan, atau juga membayar tagihan.